
Berfikir adalah proses menseving, mengingat, menganalisi dan mendeduksi berbagai informasi yang eksternal dan internal sehingga menjadi sebuah konsep gagasan (Ide) yang menjadi motivasi dan tindakan. Hanya dengan berfikir, manusia mampu mengarahkan hidupnya pada dimensi waktu, dimensi kemanusian/ humanisme, dan dimensi alam mendayagunakan maksimal seluruh dimensi tersebut untuk mereplace existensi dirinya dalam misi hidupnya, apakah dia mulya atau hina, sukses atau gagal, dihargai atau justru dilecehkan, semua itu titik ponintunya dari cara kita berfikir.
Kalaupun kata Iqraa sampai saat ini diterjemahkan dengan arti “Membaca” ini pun berarti menghimpun huruf yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna. Sebagai contoh ,anda ingin memperingatkan sesuatu bahaya tetapi cara anda menghimpun huruf-huruf nya tidak benar, kemudian anda berteriak “Wasa,wasa. Mahariu”
Padahal yang anda maksud adalah “Awas, awas harimau”
Kata iqra dikuti dengan “Bismirabbikalladzi khalaq” seakan-akan memberikan informasi kepada alam fikiran /reason kita bahwa methode yang benar untuk berfikir adalah berdasarkan “Rabb” (yang menjadi rootwood terlebih artinya “ pendidikan, pembinaan )
Al-Qur’an memberi predikat ulul-albab(Al-Imran 190-191)
Yakni sosok manusia yang mampu mempergunakan potensi akal .
Dan fikirannya untuk mengelaborasi seluruh fenomena alam yang tampak dan tidak tampak (Al-haqqah 38-39).Sebagai induksi dirinya bersyukur .Bersyukur dapat bermakna semacam rehabilitasi, reformasi, restorasi, dan rekonsolidasi sekaligus reinforcement diri untuk mempergunakan seluruh aspek yang dimilikinya dijalan Allah Swt.
Bersyukur berarti sebuah komitment untuk melakukan perenungan diri yang mendalam sehingga mengkonstribusikan direksi untuk bertindak dan berbuat .Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban bahwa rasulullah Saw bersabda: “bahwa berfikir sesuatu lebih baik pada ibadah seratus tahun”(ibnu Hibban).
Hadist diatas adalah sebuah bahasa metaforis yang memberikan aspirasi tinggi a orang-orang yang mempergunakan pikirannya untuk rekonstruksi ummat yang sebagai indikasi syukur kepada Allah .
Pantaslah seorang pujangga berkata”Dirimu adalah apa yang kau pikirkan” Seorang filhosof tenar mengatakan “Largito ergo sum” aku Individu muslim harus mendasarkan dirinya pada retorika berfikir Qur’ani dan bertindak serta berkarakteristik islami, yaitu sebuah tata cara prikehidupan yang didasari dan disengajakan untuk mengubah dunia dengan pantulan fibrasi al-qur’ani.
Pikiranlah yang mendetriminasi , apakah anda mau bertindak atau diam sebagai penonton . Pikiran pula yang mengawali , apakah anda akan menjadi orang disiplionir tinggi ataukah anda akan menjadi orang yang melanggarnya, pikiranlah yang menentukan , apakah anda berfiir Qur’ani atau jahihli.
Harua ada keyakinan (Confedernce) yang diri kitas jak di ke bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin untuk dikerjakan selama kita yakin untuk melaksanakannya . Menanamkan sugesti serta keyakinan didalam fikiran merupakan sikap positif konstruktif dalam bentuk doktrin “aku adalah penentu taqdir dan akulah komandan jiwaku.
Sementara itu kwalitas eksperien personal sangat menentukan kwalitas berfikir dan bertindak yang secara aktualnya dimanifestasikan dalam kehidupannya.
Dibenak fikiran kita bahwa fikiran akan menentukan tindakan .
Seluruh tindakan kita merupakan mata rantai yang mengikat satu kekuatan untuk mencapai keberhasilan . para pemenang tidak dilahirkan, tetapi mereka lahir dengan upayanya serta dengan usahanya .
Allah swt telah memberikan peluang kepada kita untuk menjadi winner dalam percaturan kehidupan ini . Ummat islam didorong untuk trampil semangat berkompetisi (Fastabiqul Khairat) kitapun dipanggil untuk trampil sebagai khairah ummat . menjadi ummat yang terbaik hal itu hanya mungkin apabila dalam benak kita ada semacam optimisme dan keyakinan yang mendalam “berfikir dan bertindak bagaikan pemenang (think and act like winner)
Seorang yang berfikir positif akan tampak dari tindakannya yang fositip pula
Begitu pula orang yang berfikir negatif akan bertindak negatif pula , apabila anda berfikir tidak mungkin kalah. Bila anda merasa takut , kecut menghdapi lawan ,berarti anda telah kalah sebelum berperang, bila anda berfikir bisa anda bisa. Bila berfikir tidak bisa ,tentu saja tidak bisa
If you think you can, you can , and if you thank can’t ,you can’t
Tidak ada komentar:
Posting Komentar