Minggu, 27 Maret 2011

Selama Kamu Tidak Menerima, Selama Itu Pula Kamu Menderita

Semua penderitaan di dalam hati lahir oleh sebab perasaan tidak menerima. Tidak menerima kehadiran orang lain, tidak menerima kelebihan orang lain, tidak mau mengakui kelebihan orang lain, tidak mau mengakui kekuatan orang lain.

Kejujuran hati untuk menerima kehadiran orang lain, mengakui kelebihan orang lain, antusias dan berbahagia untuk orang lain, akan melahirkan perasaan ikhlas yang menghapus penderitaan di dalam hati.

Mau menang sendiri adalah penyakit kronis, sumber segala penyakit jiwa yang tak tertahankan perihnya. Hanya diri kita sendiri yang bisa mengobatinya. obat-obatan penenang dari psikiater hanya bersifat sementara dan hanya bisa membantu supaya cepat tidur. Tapi bila akar penyakitnya tidak segera diobati oleh diri sendiri, begitu bangun tidur serta-merta rasa sakit itu akan menyergap kembali.

Kalau kesadaran sudah hadir, bahwa dengan menerima kehadiran orang lain, mau mengakui kelebihan orang lain itu justru akan membahagiakan diri sendiri. Mengembangkan sikap seperti ini akan membuat seseorang menjadi pribadi yang tumbuh dengan kebijaksanaannya.

Kehadiran orang lain dengan segala kelebihannya patut diterima dan disyukuri. Kehadiran mereka akan memperkaya batin kita.

Tak pernah tak ada luka dalam segala jenis hubungan. Satu-satunya penyembuh luka dalam setiap jenis hubungan adalah memaafkan. Memaafkan, menerima dan memahami.

Berusaha menyeimbangkan sisi emosional dan sisi rasional dalam menyikapi keberadaan orang lain akan mempermudah upaya penilaian yang lebih obyektif.

Marah, kesal, jengkel, adalah emosi negatif yang tidak produktif. Emosi negatif, tak lain dan tak bukan, adalah perusak pikiran sendiri. Orang yang membuat kita marah bisa jadi baik-baik saja, tidak tahu, tidak merasakan, sementara kita sedang tersiksa oleh rong-rongan perasaan marah yang kita biarkan tumbuh liar di dalam pikiran kita sendiri.

Bersihkan hati dan pikiran dari segala emosi negatif. Bersihkan setiap hari.
By Arimbi Bimoseno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar